dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
― Sapardi Djoko Damono
Ciiee.. hehe ini adalah buku sajak pertama yang saya miliki.. Dan Sapardi Djoko Damono adalah salah satu pesajak favorit saya sejak SMP dulu
Sajak yang paling saya sukai selain “Aku Ingin” -yang udah terkenal banget- adalah “Narcissus” ..
“Seperti juga aku: namamu siapa, bukan?
pandanganmu hening di permukaan telaga dan rindumu dalam
tetapi jangan saja kita bercinta
jangan saja aku mencapaimu dan kau padaku menjelma
Atau tunggu sampai angin melepaskan selembar daun
dan jatuh di telaga: pandanganmu berpendar, bukan?
cemaskah aku kalau nanti air hening kembali?
cemaskah aku kalau gugur daun demi daun lagi?”
― Sapardi Djoko Damono, 1971
Dan kalian tahu?? “Narcissus” ini ada di pembatas bukunya yang berbentuk daun, daun yang gugur
Hihi, iya udah gitu aja.. Cuma mau
yuhuuu,, bhaayyy shaaaaaaaaaayy
Salaam


No comments:
Post a Comment
terimakasih untuk selalu berkomentar baik ;)