Kalo kamu pikir langit itu biru (cerah penuh awan), kamu hanya melihatnya sedikit. Langit itu pekat dan gelap, dan bagiku indah. Langit itu luas menebas jarak, dan bagiku mengagumkan. E.H

Thursday, April 9, 2020

Generasi ditengah wabah Covid-19

Covid-19 atau singkatan dari Corona virus disease atau dikenal juga dengan nama Novel Corona virus, merupakan virus yang berasal dari Wuhan - China dan terjadi sejak tanggal 23 Desember 2019..
Awalnya wabah ini hanya terjadi di China, tapi karena penyebarannya sangat cepat dan sekarang itu jamannya global, orang bisa bepergian kemana saja, sehingga wabah ini menyebar ke hampir seluruh wilayah di seluruh negara di dunia.. Maka saat ini wabah Covid-19 berubah menjadi pandemik..

Dan saya termasuk salah satu generasi yang berada di tengah-tengah wabah Covid-19.. Worried.. ya..


Banyak hal yang bisa kita lihat dari terjadinya krisis wabah ini.. Banyak perasaan yang bercampur aduk, rasa sedih, gemas, kecewa, marah.. Ya, saya adalah satu dari sekian banyaknya orang yg mungkin gemas dengan birokrasi bangsa ini.. lambat.. Mari skip bagian ini, akan terlalu panjang dan ngegas nantinya :D

Ya, banyak hal yang akhirya bisa kita lihat sekarang ini di tengah masyarakat.. Ada orang-orang yang peduli, ada orang-orang yang acuh dan cuek, ada orang-orang yang mau belajar dan memahami apa yang terjadi, ada orang-orang yang malas membaca dan belajar, ada orang-orang yang ketakutan berlebih...

Salah satu yang membuat saya sedih, akibat dari wabah ini banyak juga yang hilang rasa.. Tidak mau menerima jasad yang meninggal akibat Covid-19, mengusir perawat yang bekerja di RS rujukan Covid-19, dan banyak lagi.. Saya menyebut orang-orang ini termasuk mereka yang kurang belajar dan membaca.. Covid-19 gak sekejam itu kok, sampai jasad saja bisa menulari manusia... Para perawat adalah orang-orang yang memahami protokol bahkan lebih baik mungkin dari orang-orang di kosan itu..
Untuk orang-orang yang ada di desa, saya masih bisa memaklumi dan berhusnudzon, pemerintah di sana kurang sounding, internet kurang memadai di sana sehingga mereka tidak bisa belajar dari sana.. Tapi mereka yang di kota?? Hmm....

Tapi selain dari mereka yang hilang rasa, kita juga bisa melihat banyak banget ternyata orang dermawan di Indonesia.. Mereka banyak membantu para ojol dengan memberi makan gratis, mereka memberi hand sanitizer gratis, masker gratis,.. Saya betul-betul terharu.. Ya, di saat seperti inilah sedekah yang bisa langsung valid, karena langsung diberikan dan digunakan, bukan sedekah yang mengendap..

Saya termasuk yang tidak takut berlebihan dan menjadi stress melihat wabah ini.. Takut? ya, manusiawi.. Virus ini bercokol di tenggorokan, dan dia bisa masuk ke paru-paru.. Apa yang akan terjadi? gagal nafas jika tidak tertangani dengan baik, lebih buruknya? meninggal dunia..
Tapi apa sih yang bisa membuat kita jadi lebih tenang?? tenang bukan berarti membuat kita jadi lebih sembrono ya, dengan melanggar suruhan pemerintah untuk physical distancing..
  • Banyak membaca adalah koentji.. Membaca informasi dari lembaga terpercaya, sehingga yang disampaikan bukan hoax, membaca jurnal ilmiah mengenai virus ini.. tak kenal maka tak tahu..
  • Ikhtiar dengan baik.. Setelah kita mengetahui tentang karakteristik virus ini, bagaimana dia menyebar, bagaimana supaya kita tidak terjangkit, lakukanlah ikhtiar terbaik kita.. Dengan physical disatancing, menggunakan masker, cuci tangan dengan benar sebelum menyentuh wajah, dll dll dll
  • Tawakal kepada Allah.. Kita sudah belajar, kita sudah berikhtiar maksimal.. Jika harus terjangkit, itu bagian dari takdir Allah untuk kita.. Tapi kita harus selalu positive thinking, Allah akan melindungi orang-orang yang sudah berusaha dengan baik, insya Allah..

Masih sering banget sih liat ada orang-orang yang cuek, bahkan mengolok-olok orang yang sudah berikhtiar.. Mereka masih senang berkumpul, dan cuma bilang "takut ma sama Allah"..
Sekilas kayak yang bener ya :D .. Tapi ikhtiar kita adalah bagian dari "takut" kita kepada Allah, bagaimana kita juga harus menjaga tubuh kita, diri kita dari marabahaya.. Tubuh kita ini titipan Allah, apa yang akan kita pertanggung-jawabkan kepada Allah juga..

Kapan wabah ini akan berakhir?? semua tergantung kepada kita.. Mau jadi bagian yang mana kah kamu?? bagian yang memutus rantai penyebaran? atau bagian dari orang-orang bodoh yang cuek dan tetap berkerumun dan berkumpul?? it's up to you..

1 comment:

  1. Yang terpenting dalam menghadapi pandemi ini adalah jangan panik, itu saja.

    ReplyDelete

terimakasih untuk selalu berkomentar baik ;)

Large Grey Polka Dot Pointer